FAQ  /   Kontak Kami  /   Lokasi

Talkshow - BERANI LAWAN KORUPSI

zega / Artikel / 28-11-2017

27 November 2017 bertempat di gedung Merah Putih – KPK, Kuningan, Jakarta, diselenggarakan acara talkshow dengan tema “Berani Lawan Korupsi”. Talkshow ini merupakan bagian dari acara pembukaan Diklat dan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi tahun 2017, dengan pesertanya sebanyak 28 orang yang kesemuanya adalah Widyaiswara dari berbagai instansi lembaga Diklat pemerintah. Acara talkshow menghadirkan tiga orang mantan pimpinan KPK, yakni Abraham Samad, Busyro Muqoddas, dan Bambang Widjojanto serta berperan sebagai moderator yaitu M. Rofie Hariyanto dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat – Deputi Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tiga mantan pimpinan KPK. (ki-ka) Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto.

Abraham Samad dalam acara berbagi cerita mengenai “kapur tulis” yang didalamnya sarat dengan makna antikorupsi. Beliau bercerita bahwa ia pernah mengambil beberapa kapur tulis dari sekolah tempat ia belajar ketika di sekolah dasar. Ia lakukan karena melihat teman-temannya pun mengambil kapur tulis dan itu tidak masalah. Namun ketika di rumah, ibunda dari Abraham Samad memintanya untuk segera mengembalikan kapur tulis yang bukan miliknya.

Begitu pula halnya dengan Bambang Widjojanto yang bercerita saat penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap dirinya ketika ia mengantarkan anaknya bersekolah. Ia meminta salah seorang anaknya yang ikut mengantar untuk merekam baik-baik peristiwa yang dialami oleh bapaknya. Hal ini dimaksudkan agar sang anak belajar betapa berat menjalankan kewajiban seorang pelayan negara yang tugas utamanya adalah memberantas korupsi. Pesan dari Bambang Widjojanto…True leader menghasilkan “the other true leader”.

Di satu sisi Busyro Muqoddas menyampaikan bahwa korupsi itu merupakan pembunuhan manusia dan kemanusiaan, terorisme terhadap bangsa, serta cultural gonocide. Karena memang korupsi memiliki efek domino, berdampak sangat luas tidak hanya kepada manusia yang dirugikan secara langsung namun juga kepada negara. Oleh sebab itu korupsi disebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime), sehingga pemberantasan korupsi pun harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa.

“Ayo menyatukan semangat dan merapatkan tekad

Agar tak gampang lelah menentang perilaku bejat

Tak bisa perlawanan dilakukan orang per orang

Atau sekedar bergantung pada KPK yang berjuang”

Orang-orang yang melakukan korupsi adalah orang-orang yang luar biasa, yang memiliki intelektualitas menengah ke atas. Pencegahan dan pemberantasan korupsi harus menggunakan cara-cara yang progresif, mengintegrasikan antara pendekatan penindakan yang represif dengan pendekatan pencegahan melalui edukasi. Pembentukan karakter generasi yang kuat yaitu yang berintegritas tinggi dan iman yang tinggi menjadi salah satu cara pencegahan korupsi.

PENINDAKAN – PENCEGAHAN – EDUKASI

Sering kita tidak sadar jika kita menjadi bagian dalam tindak pidana korupsi. Mungkin kita tahu tapi kita tidak mau tahu. Kita hanya ikut-ikutan orang lain yang melakukannya tanpa berpikir panjang dampak dari perbuatan kita. Oleh karena itu mulailah berubah. Ubahlah diri Anda, dari hal yang paling kecil yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terkecil di sekitar kita. Demi Indonesia yang benar-benar bebas dari korupsi. (yumaga)


Bagikan ini melalui :